Menulis Buku Harian

 

 

Bentuk-bentuk Buku Harian

Bentuk-bentuk Buku Harian Berdasarkan Bentuk Karangan Dilihat dari bentuknya buku harian dapat
dibedakan atas:
   a. Agenda
   b. Uraian
   c. Puisi

a. Agenda

Agenda merupakan buku catatan harian yang sudah dicetak hari, tanggal, bulan, dan tahunnya. Penulis menuliskan kegiatan atau jadwal kegiatannya pada kolom yang tersedia, sehingga panjang tulisannya terbatas (sesuai dengan tempat yang tersedia). Dengan demikian, penulis menuliskan catatannya secara singkat, padat, dan jelas.
Contoh : Sabtu, 4 Februari 2006    Pukul 11.00    Rapat OSIS
                                                      Pukul 14.00    Penyusunan Proposal Pensi

Saja

Gadis Sampul
Hanya
Karena
Dia/Kekasih
Sehingga
Tidak
Dapat
Hadir
Ungkapan penegas, tidak baku jika digunakan pada bahasa formal/baku, seperti halnya dong

 

b. Uraian

Penulisan buku harian berbentuk uraian, maksudnya adalah penulisan dengan mengambil format prosa, biasanya berupa narasi. Penulis dapat dengan bebas menuangkan ide-ide, perasaan, pengalamannya.


Seperti contoh yang ditulis Anita berikut ini:
Hari ini bener-bener bete. Gimana nggak? Ulangan aja ada 3: Fisika, Mat, juga BI.

c. Puisi

Pelajaran bahasa Indonesia
Pelajaran Matematika
Tidak
Bagaimana
Menjemukan/membosankan
Benar-benar/sangat

Penulisan buku harian berbentuk puisi, biasanya penulis ingin mengungkapkan perasaan/ emosi yang membelenggu dirinya secara lepas. Setelah dituliskan, penulis akan merasa lega dan lepas dari beban yang membelenggunya.


Seperti contoh yang dituliskan oleh Anwar berikut ini.
Oh…andai kubisa
Andai kuraih
Semua angan yang ada
Betapa bahagia…